Sunday

Perkembangan Jakarta
Garry Magat ValentSunday, July 26, 2009 0 comments

Jakarta bermula dari sebuah bandar kecil di muara Sungai Ciliwung sekitar 500 tahun silam. Selama berjalannya waktu Jakarta pun menjadi pusat perdagangan Internasional yang ramai. Laporan para penulis Eropa abad ke-16 menyebutkan sebuah kota bernama Kalapa, yang tampaknya menjadi bandar utama bagi sebuah kerajaan Hindu bernama Sunda, beribukota Pajajaran, terletak sekitar 40 kilometer di pedalaman, dekat dengan kota Bogor sekarang.

Bangsa Portugis merupakan rombongan besar orang-orang Eropa pertama yang datang ke bandar Kalapa. Kota ini kemudian diserang oleh Fatahillah, dari sebuah kerajaan yang berdekatan dengan Kalapa. Lalu Fatahillah mengubah nama Sunda Kalapa menjadi Jayakarta pada 22 Juni 1527. Tanggal inilah yang kini diperingati sebagai hari lahir kota Jakarta. Lalu datanglah para serdadu belanda pada akhir abad ke 16 dan menguasai Jayakarta

Nama Jayakarta diganti menjadi Batavia. Keadaan alam Batavia yang berawa-rawa mirip dengan negeri Belanda. Mereka pun membangun kanal-kanal untuk melindungi Batavia dari ancaman banjir. Kegiatan pemerintahan kota dipusatkan di sekitar lapangan yang terletak sekitar 500 meter dari bandar. Mereka membangun balai kota, yang merupakan kedudukan pusat pemerintahan kota Batavia. Beberapa lama kemudian Batavia berkembang ke arah selatan. Pertumbuhan yang pesat mengakibatkan keadaan lilngkungan cepat rusak, sehingga memaksa penguasa Belanda memindahkan pusat kegiatan pemerintahan ke kawasan yang lebih tinggi letaknya. Kawasan itu di beri nama Weltevreden. Semangat nasionalisme Indonesia di canangkan oleh para mahasiswa di Batavia pada awal abad ke-20.

Sebuah keputusan bersejarah yang dicetuskan pada tahun 1928 yaitu itu Sumpah Pemuda berisi tiga buah butir pernyataan , yaitu bertanah air satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan : Indonesia. Selama masa pendudukan Jepang (1942-1945), nama Batavia diubah lagi menjadi Jakarta. Pada tanggal 17 Agustus 1945 Ir. Soekarno membacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta dan Sang Saka Merah Putih untuk pertama kalinya dikibarkan. Kedaulatan Indonesia secara resmi diakui pada tahun 1949. Pada saat itu juga Indonesia menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pada tahun 1966, Jakarta memperoleh nama resmi Ibukota Republik Indonesia.

Seperti itulah perkembangan Jakarta hingga menjadi Ibu Kota Indonesia. Tidak dapat dipungkiri pula dari dulu hingga sekarang. Dan wajar saja banyak perusahaan-perusahaan asing yang datang dan menjadi sumber perekonomian bagi Indonesia. Dulu para pejuang kita berperang untuk memperebutkan kemerdekaan sekarang perang karena ingin di bilang hebat (tawuran pelajar, aksi anarikis). Di mana jati diri bangsa Indonesia yang di cetuskan di dalam teks proklamasi, dimana para semangat pemuda yang di awali oleh sumpah pemuda. Semua itu terjadi dijakarta. Ibu Kotanya aja seperti itu, bagaimana dengan kota-kota lainnya?

Febrian