Tuesday

Tertawa Itu Menyenangkan
Garry Magat ValentTuesday, September 29, 2009 0 comments

Malam minggu, malam yang menyenangkan bagi sebagian orang, aku pribadi kurang menyukai malam minggu, terlalu banyak manusia di jalan dan terlalu bising jalan di luar sana. Dengan kata lain aku tetap di rumah pada malam minggu ini, tanggal 26 september 2009. Aku berjalan di dalam rumah lantang-lantung tidak jelas. Seketika aku ingin pergi ke mini market yang jaraknya kurang dari 15 meter dari rumahku. Aku melihat jam dinding di ruang makan, jarum jam panjang menunjuk angka 6 dan jarum jam pendek menunjuk antara angka 7 dan angka 6. Jarang sekali aku melihat pas seperti ini. Aku membuka pintu belakang rumahku ini yang tampaknya ini merupakan tipe-tipe rumah yang memanjang, memakai sandal sejuta umat dan menjadi teman perjalananku kemana saja –apalagi kalau bukan swallow berwarna hijau- dan mulai berjalan keluar rumah,memainkan kunci rumah di tangan kiriku –memutar-mutarkan seperti memainkan bola basket di ujung jari telunjuk. Akhirnya aku keluar juga dari rumahku dan menghirup udara malam yang sangat cukup bersahabat. Kuputar kunci ke arah kanan dan mulai berjalan ke arah mini market itu.

Tampaknya akan biasa-biasa saja setibanya aku disana –mengambil makanan atau minuman yang aku inginkan kemudian membayar dan pulang. Sekilas aku berpikir seperti itu, entah mengapa ketika jarak aku dan pintu masuk ke dalam pintu mini market itu tinggal 1 meter lagi aku merasakan yang berbeda, aku melihat tempat ini lebih ramai. Aku masuk dan benar saja, ada sekitar 6 anak kecil yang ingin membeli snack dan tampaknya sedang berdebat tentang pembagian dalam pembayaran nanti. Mereka membentuk seperti sebuah lingkaran kecil dan saling berdebat antara satu anak dengan yang lainnya. Aku tidak merasa terganggu atas kehadiran mereka di dalam mini market itu, justru aku tertawa melihat kejadian itu, sungguh kejadian itu membuatku tertawa dan sedikit terhibur. Mereka tak henti-hentinya memperdebatkan berapa uang yang harus mereka keluarkan masing-masing. Diantara ke enam anak itu ada satu yang dominan berbicara, dan dia adalah seorang perempuan. Entah bawaan dari ibunya atau bawaan dari bapaknya sebagai pemimpin,memimpin sebuah kelompok anak kecil yang ingin membeli snack. Aku terus melihat ke arah mereka sembari membuka lemari pendingin untuk mengambil minuman yang aku inginkan. Dan aku berjalan ke arah kasir. Sesampainya di kasir mereka masih berdebat, aku tetap memperhatikan mereka, tak henti-hentinya aku tertawa, tidak menertawakan sebuah kebodohan anak kecil, tetapi menertawakan kepolosan anak kecil yang memperdebatkan uang, dan aku sendiri membayangkan diriku saat masa-masa itu. Jujur dari dalam hati yang paling dalam, aku terhibur sekali melihat pemandangan itu. Sekali lagi aku perlu tekankan, membuat aku terhibur sehingga membuat aku tertawa.

Tertawa memang tidak dilanggar, dan sangat baik untuk kita. Tidak mungkin sangat baik apabila terdapat sebuah kasus di mana beberapa studi menunjukkan bahwa beberapa pasien yang telah memasuki masa-masa kronis mendapat kondisi tubuhnya membaik setelah di stimulasi dengan hal-hal yang lucu. Itulah sebuah studi yang telah dipelajari oleh Dr. Beth Ann Ditkoff dan dipaparkan dalam bukunya “Why Don’t Your Eyelashes Grow?: Curious Questions Kids Ask About the Human Body.”. Dan pintu gerbang sebuah humor adalah dopamine, yaitu sebuah zat kimia yang ada di dalam otak yang bertanggung jawab untuk memicu otak untuk dapat mencerna suatu humor. Dopamine merupakan salah satu jenis zat kimia dalam otak yang masuk dalam jenis neurotransmitter yang dimana berfungsi sebagai zat yang menyampaikan pesan dari satu syaraf ke syaraf lainnya. Tidak hanya dopamine yang terletak dalam “satu atap neurotransmitter”, masih ada asetil kolin, dopamine itu sendiri, serotonin, epinefrin, dan norepinefrin yang memiliki fungsi masing-masing.

Sedangkan neurotransmitter bisa dikatakan sebagai “alat komunikasi” neuron dimana bisa dijelaskan neuron merupakan salah satu pembentuk sel otak. Dimana tugas neuron adalah membawa informasi dalam bentuk pulsa listrik yang dikenal sebagai potensial aksi. Dan neuron berkomunikasi dengan neuron-neuron yang lain dengan membawa berbagai macam bahan kimia yang disebut neurotransmitter tadi. Dan neurotransmitter yang berperan sebagai “alat komunikasi” dari neuron tadi dikirimkan menuju celah sinapsis. Sinapsis itu sendiri adalah titik temu antara akson salah satu neuron dengan neuron lainnya. Akson, adalah jalur transmisi utama sistem saraf dan mereka membantu membuat saraf. Saraf adalah serat-serat yang menghubungakan organ-organ tubuh dengan sistem saraf pusat ( otak dan sum-sum tulang belakang ) dan antar bagian sistem saraf dengan lainnya.

Sedikit perjalanan yang cukup panjang, dan tidak dapat dijelaskan satu per satu disini, yang sedikit membuat kita berpikir bagaimana lahirnya tertawa.Jadi,sudah sangat jelas, tertawa adalah hal yang penting dan baik. Dengan tertawa, stress akan hilang, dan kita akan semakin ringan membawa raga ini berjalan menelusuri jalan raya kehidupan. Satu lagi, bukan berarti diperbolehkan tertawa sembarangan, bisa-bisa anda akan tertawa di dalam kamar rumah sakit jiwa. Tertawa itu menyenangkan.

Dwi Nur Arry Andhika Muchtar

Sunday

Andai Jakarta Tidak Macet
Garry Magat ValentSunday, September 27, 2009 2 comments

Jakarta, kota dengan beragam kesibukan. Sibuk inlah itulah. Pokoknya ada-ada aja. Saking sibuknya, masyarakat di kota Jakarta ini tidak bisa beradaptasi dengan kondisi sekita. Main seenaknya dengan lingkungan sekitar, apapun dilakukan demi mengejar kesibukan itu. Hampir setiap hari, ahkan di hari liburpun keadaan tetap seperti itu. Tidak jarang banyak orang yang sebal dengan hal itu. Kenpa bisa seperti itu? Tidakah mereka sadar bahwa hal itu bisa merugikan orang lain. Rugi waktu, materi, dan lain sebagainya.

Macet, memang ini bagian dari hidup kita. Salah satu dari berjuta kewarnaan dalam kehidupan nyata. Coba kalau kalian perhatikan kemacetan-kemacetan yang terjadi di Jakarta. Punya otak ga sih tuh orang-orang yang bisa bikin macet. Kita ambil contoh mudah aja deh. Angkot-angkot, metromini, yang pasti kendaraan-kendaraan angkutan umum. Mereka hanya memikirkan uang, setoran, yang pasti memikirkan dirinya sendiri. Kasarnya “yang penting gw dapet duit”,”yang penting dapet peanggan”. Apakah mereka tidak memikirkan hal lain? Apakah mereka tidak tahu bahwa orang-orang rugi segalanya karena mereka? Cobalah untuk mengerti.

Saya punya cerita sedikit. Kebetulan saya dan teman saya (uli dan rama) ingin berangkat pagi dan berkeinginan untuk nagater temen saya (dwi) yang mau ikut test masuk perguruan tinggi. Saya berdua dengan rama dan uli sendiri pergi menggunak kendaraan sepeda motor. Tidak jauh dari tempat kebrangkatan kita. Ada kejadian yang mengagetkan kita. Angkot memotong jalur kita secara tiba-tiba, bayangin aja tiba-tiba (kalau pake lampu sen mending). Karena kesel uli pun mengejar supir angkot dia dan mengeluarkan kata yang tidak senonoh. Haha. Lucu kalo mengingat peristiwa itu. Bayangin aja, kalo ada 100 orang (yang pasti lebih dari itu) yang membawa kendaraan seperti angkot itu. Bisa macet total Jakarta.

Ketika malam saya melihat impian kota Jakarta dimana kemacetan sirna dengan berjalannya waktu. Jalan sepi, beberapa kendaraan yang lewat tidak membuat jalanan macet. Kehidupan yang diimpikan masyarakat Jakarta. Harapan yang senantiasa mewarnai kehidupan. Andai Jakarta bisa seperti malam. Andai Jakarta tidak macet

febrian

Goresan Awal
Garry Magat ValentSunday, September 27, 2009 0 comments

Hari sabtu tanggal 5 september 2009. Cuaca diluar bisa dikatakan cukup panas. Sebuah waktu transisi dari siang menuju sore yang sejuk. Hari ke 16 bulan ramadhan 1430H. Melirik sedikit menuju jam tangan di tangan kiriku menunjukkan pukul 14.30. Menunggu tiga orang lagi sebelum kami memulai percakapan kami sembari ngabuburit. Telat setengah jam dari jadwal yang telah ditentukan. Ya tidak apa, tidak ada yang sempurna untuk hal yang baru saja terjadi atau tidak ada yang sempurna untuk pertama kali. Lima belas menit lewat begitu saja, mereka akhirnya datang lengkap. Ke tiga pemuda ini akhirnya memenuhi kesepakatan untuk datang ke rumah salah satu diantara mereka. Goresan awal telah menggoresakan lantunan nada-nadanya kepada kita. Sepuluh lagu yang dibungkus dengan balutan akustik bercampur pop yang cukup easy listening. Bertemu di salah satu studio di daerah kelapa gading jakarta utara, yang awalnya hanya ingin mengikuti salah satu kompetisi band. Kris, Bronk, Uli. Dengan memakai telfon rumah Uli, kemudian mereka merekrut satu orang lagi untuk menduduki kursi vocalist. Jadilah mereka. Kris, Uli, Bronk, dan sang vocalist yang baru saja bergabung. Aheng. Tidak mungkin mengikuti sebuah kompetisi tanpa memainkan sebuah lagu. Dipilihlah sebuah lagu. Love Song. Dipopulerkan kembali oleh 311 yang sebelumnya diciptakan Robert Smith dan kawan-kawan. Sungguh disayankan karena satu dan lain hal mereka tidak jadi mengikuti kompetisi itu.

Tidak membuat mereka terjatuh. Justru itu merupakan sebuah tamparan yang keras untuk membangunkan mereka. Di carilah sebuah nama untuk menamakan band mereka. “Musik kami dapat dinikmati orang lain selayaknya Frappuccino”. Frappuccino. Telah lahir ditengah-tengah keramaian dunia karya anak bangsa. Tak lama itu, mereka ditawari untuk membuat album kompilasi yang mengharuskan mereka mengeluarkan uang sebesar Rp. 1.200.000. Rekaman telah dijalankan. Tetapi apa dikata, cobaan kedua harus mereka hadapi, orang yang menjanjikan itu “kabur” begitu saja. Seperti yang sebelumnya, mereka kembali tidak terjatuh begitu saja. Buah dari kesabaran mereka atas cobaan yagn mereka terima adalah lahirnya sebuah lagu berjudul “Dia”.

Jalan yang ada di depan mata kita tidak ada yang dapat mengetahuinya kecuali Sang Maha Kuasa. Begitu juga dengan perjalanan band ini. Akhirnya mereka mendapatkan label yang kali ini cukup jelas. Sepuluh lagu yang tersedia di goresan awal ini memiliki ciri khas dan makna yang mendalam di masing-masing lagunya. Dan tentunya setiap personel memiliki lagu favoritnya masing-masing. Aheng menjagokan dua hati yang menceritakan kisah tentang seseorang yang memiliki dua orang yang disayanginya dan menyesalinya, kemudian ingin meminta maaf atas semuanya. Kris, menjagokan “kau”. Bercerita tentang menunggu seseorang bertahun-tahun dan akan terus menunggu. Bronk. “Pencarianku” nya yang dijagokan. Sebuah lagu mengisahkan tentang pencarian yang didasarkan kepada sebuah harapan. Terakhir, Uli, lagu favoritnya adalah dua cinta –seperti Aheng. Dari setiap lagu di sini, hampir semuanya kita menemukan petikan gitar akustik, suara lembut dari sang vocalist, gebukan drum yang penuh perasaan lembut dan betotan bas yang penuh tenaga nan dalam yang sesekali kita dengar.

Akustik menjadi andalan mereka, target peng”goresaan” mereka 100 goresan. Mereka hadapi itu dengan senyuman. Mengenai kejenuhan yang pernah mereka lewati, beragam tanggapan dari masing-masing personel. Salah satu yang cukup mengena di hati adalah kurang lebih seperti ini, “ketika kita mencapai titik kejenuhan, Tuhan seolah menyatukan kita kembali”. Berbicara mengenai Tuhan berbicara mengenai Allah SWT yang kebetulan sekali sekarang adalah saat yang tepat.

Bagaimana pandangan kalian tentang Allah?

Uli : kehidupan sebagai catur dimana kita sebagai bidak caturnya dan Allah yang memainkan bidak-bidak caturNya.

Kris : menyerahkan semuanya kepada Allah SWT

Aheng : Pendamping hidup. Pendamping tulus, dan pendamping setia.

Bronk : mengingat Allah pada saat susah saja, dan sedang belajar mengingat Allah ketika senang.

Hidup terkadang tidak seperti yang kita inginkan. Pada saat mengalami hal seperti itu, pernahkah kalian menuntut Allah ?

Uli : pernah

Kris : pernah

Bronk : pernah

Aheng : pernah

Bagaimana implikasi ke dalam kehidupan sehari-hari dalam beragama?

Uli : Ikutin perasaan aja

Kris : Tidak akan berhenti shalat sampai Allah ada dalam diri kita

Bronk : seperti yang tadi di awal, shalat kalo lagi susah aja, dan sedang belajar untuk shalat dalam situasi seperti apapun

Aheng : no comment

Terakhir, bagaimana sukses menurut kalian masing-masing?

Uli : Dari ruang lingkup bang, kita ada di papan atas

Kris : Terkenal dan dikenal

Bronk : band ini sebagai media yang selalu bersama dan apabila membuat lagu dimengerti oleh masyarakat

Aheng : musik kita didengar, disukai sampai kapanpun dan dinyanyikan.


Dwi Nur Arry Andhika Muchtar

Saturday

Panggung Malam (Bagian 1)
Garry Magat ValentSaturday, September 26, 2009 0 comments

Melewati jalan sudirman di malam hari, mungkin aku bisa menyebutnya mendekati tengah malam. Di saat semua mobil-mobil yang biasa menghiasi dan melintasi aspal jalan protokol ini beristirahat di rumahnya masing-masing. Hanya beberapa yang melewati jalan protokol ini. Seketika aku berpikir, “hendak kemana orang-orang itu? hari sudah terlanjur larut, mungkinkah ada diantara mereka yang sedang terkena musibah? Mungkinkah ada di antara mereka yang hendak mengejar rezeki? Mungkinkah diantara mereka yang benar-benar baru pulang dari urusan bisnis?” aku seringkali berpikiran seperti itu. Aku kemudian memarkirkan vespaku di trotoar gedung pertama sebelah kiri dari arah bundaran H.I. Kemudian ingin menemani temanku untuk mengambil foto sudirman di malam hari. Maaf, bisa disebutkan tengah malam. Dan kemudian aku dan dua temanku berjalan menuju ke arah jembatan sudirman di mana kami pasti melewati stasiun kereta sudirman, aku lupa nama pastinya, yang jelas, letaknya di bawah jembatan jalan sudirman. Berjalan di pinggir jalan, seperti yang telah tadi telah di bicarakan, kami melewati stasiun sudirman. Berjalan di tengah-tengah malam yang semakin larut. Berjalan terus sembari menanti tempat yang tepat untuk mengambil foto. Kemudian tak lama kami berjalan, entah darimana terdengar suara lantunan musik. Seingatku, lantunan yang masuk ke dalam telingaku waktu itu adalah lantunan lagu dangdut. Kami saling melihat satu sama lain. Dengan isi hati yang sama, “dari mana asalnya?” mengerutkan dahi kemudian dan memasang telinga lebar-lebar. Kami semakin berjalan kedepan dan suara musik itu juga semakin jelas. Hantu? Tidak saat itu kami tidak berpikiran seperti itu. Walaupun memang ada peluang makhluk itu menggoda kami. Semakin kami berjalan maju, lantunan musik itu juga semakin jelas,semakin maju, semakin jelas. Akhirnya setelah kami berjalan dan terus berjalan, suara itu mulai menghilang. Kami penasaran bukan main, dan kami mulai memutarbalikkan badan kami ,dan mulai mencari asal suara itu lagi. Seperti tadi, semakin kami berjalan semakin jelas suara itu, dan akhirnya ketika kami merasa suara itu sangat keras kami berhenti. Dan kemudian mencari-cari dimana asal suara itu. Aku baru ingat, kami berada di jembatan, dan asal suara itu berasal dari bawah jembatan. Aku spontan menengok kebawah, dan benar saja terdapat beberapa orang yang sedang asik mengobrol, dan entah ada sebuah band yang memainkan alat musik atau sekedar menyetel lagu keras-keras, yang pasti di bawah sana ada orang yang sedang asik menikmati musik.

Wow, sebuah panggung malam, menarik sungguh sangat menarik. Panggung malam sederhana di tengah-tengah kawasan elite jakarta. Panggung malam kolong jembatan, perpaduan antara musik dan tawa yang menjadi satu. Menjadi sebuah instrumen penting dalam melepas kepenatan. Dimana lagi ada panggung malam di tengah-tengah kawasan elite jakarta yang tampil seadanya saja?. Sebuah pesta untuk para wong cilik. Sebuah pesta yang tidak memandang kelas dan kedudukan seseorang. Tampil apa adanya. Panggung malam. Sungguh besar niatanku untuk kembali kesana dan turut menikmati panggung malam itu. Aku pasti kembali dan berbaur bersama orang-orang yang masih dapat tertawa lepas seolah tidak ada beban di dalam hidupnya walaupun dalam kenyataanya hidup mereka keras. Aku pasti kembali di tengah panggung malam ini. Panggung malam jakarta.


Dwi Nur Arry Andhika Muchtar

Bangsaku oh bangsaku, semakin hancur moralmu
Garry Magat ValentSaturday, September 26, 2009 0 comments

Gw tuh hobi banget maen FB, gak sampe update update status tiap 3 detik sih hahaha, tapi lebih prefer maen texas hold'em poker, mafia wars, party king dll makanya gw sebut maen FB haha.
Sebelom gw maen FB gw dulu maen FS(kasihan sekarang sepi gak keurus).
Biasanya klo abis kenalan minta MSN buat ngobrol ngobrol. Saking seringnya maen gw nemuin berbagai macam jenis manusia di jakarta tercinta ini dari yg baik sampe yg ya ampuuuun gw sebut aja anak setan deh hahaha.
Beberapa cerita gw share deh:

Gw punya temen wkt itu sih msh SMP skrg orgnya udh kls 2 SMA beda 2 thn sm gw. Suatu hari gw liat pm dia di msn "ehhhhh nemu apaan tuh di tas?"
(gw diperankan sbg GW, CW diperankan sbg tmn gw)
GW: Nemu apaan cuy?
CW: ada deeeeeh
GW: dih batu... ok deeeh gw gak cerita2 lagi...
CW: iyadeeeeh ya ampun baaang becanda ekeeee huahahahaha
GW: huahahahaha azeeeeeeek, ydh apaan emg?
CW: kondom
GW: WTF? anjrit... lo make gituan yah?
CW: iyoha bang save play sama co gw
GW: bused... entar bocor aje gw ketawain lo huakakaka
CW: yeee si abang doain gw yg jelek2 yeeee
GW: yeh kagak... lah kan siapa tau?
CW: iya deh baaaang -,-
GW: maen dimane lo sm co lo?
CW: di mobilnya co gw lah bang, mau dimane lagi?
GW: yaudah awas kegep hansip huakakakaka
CW: dih bukan gw aje kali bang... temen gw tuh td pas razia ketauan bawa kondom ke sekolah hauahaha
GW: anjriiiiit pada doyan ngesex lo ye kecil kecil?
CW: yaampun bang namanya pacaran aman mau gmn lagi?

Nih ada cerita lagi gw pas lg msn sm tmn gw
(gw diperankan GW tmn gw diperankan A)

GW: lg ape lo nyet?
A: nyemok cuy...
GW: oh.. rokok lo apa sih emg?
A: Dunhill ijo(menthol)
GW: dih mampus lo make gituan... bahaya nyeeeet....
A: dih gpp biar gw bisa bebas klo maen
GW: yahaduuuuuu longgar tuh lama2 maen mulu sama co lo........

P.S rokok menthol bahaya, bisa bikin mandul

Bagaimana kedepannya bangsa ini? apakah dipenuhi orang orang seperti itu?
Sadarlah hai sadarlah kaum muda... belajar yg bener biar maju jgn kotor mulu otaknya, sekali sekali gpp namanya juga manusia tp jgn sampe kelewat batas gitu...
Sampe di sini dulu yah entar ada pengalaman menarik lagi, bakal gw share deh. Daaaaah......

Reza Purnama Putra

Tuesday

Akibat Kecanduan Porno
Garry Magat ValentTuesday, September 22, 2009 0 comments

Paparan materi pornografi secara terus-menerus menyebabkan kecanduan (adiksi) yang pada akhirnya mengakibatkan jaringan otak mengecil dan fungsinya terganggu. Dampaknya lebih parah dari kerusakan otak akibat kokain. Penyusutan jaringan otak yang memproduksi dopamine--bahan kimia pemicu rasa senang-- itu, menurut dia, menyebabkan kekacauan kerja neurotransmiter yakni zat kimia otak yang berfungsi sebagai pengirim pesan.

Pornografi menimbulkan perubahan konstan pada neorotransmiter dan melemahkan fungsi kontrol. Ini yang membuat orang-orang yang sudah kecanduan tidak bisa lagi mengontrol perilakunya. Kondisi tersebut, ia menjelaskan, tidak terjadi secara cepat dalam waktu singkat namun melalui beberapa tahap yakni kecanduan yang ditandai dengan tindakan impulsif, ekskalasi kecanduan, desensitisasi dan akhirnya penurunan perilaku.

Terapi yang dapat digunakan untuk memulihkan kerusakan otak akibat kecanduan, antara lain pemberian motivasi pribadi untuk memacu semangat penderita guna melepaskan diri dari kecanduan, dan penciptaan lingkungan yang aman bagi pecandu dengan menurunkan secara drastis aksesnya terhadap pornografi.

Selain itu, pembentukan kelompok pendukung dengan konselor dan terapis serta terapi peningkatan spiritualitas dampaknya juga sangat bermakna dalam upaya pemulihan.

febrian

Saturday

Islam Sekitar Kita
Garry Magat ValentSaturday, September 19, 2009 0 comments

Satu syawal 1430 H telah menjamu mereka yang beragama islam, disambut oleh seluruh umat islam di Indonesia, bahkan di dunia. Setelah hampir sebulan penuh menjalankan ibadah puasa menahan lapar, haus, dan hawa nafsu dari terbitnya matahari hingga terbenamnya matahari. Sekitar 12 jam menahan semuanya itu. Tidak ada yang dapat melawan itu semua kecuali sebuah tekad yang bulat untuk melawan semua godaan dan menjalankan perintah Tuhan umat islam, Allah SWT. Sudah menjadi kewajiban bagi seluruh umat islam menjalankan ibadah puasa ini. Wajib hukumnya. Ada beberapa syarat bagi yang diperkenankan untuk tidak menjalankan ibadah ini. Diantaranya adalah seseorang yang telah memasuki usia rentan, orang yang bekerja kasar, dan masih banyak lagi orang-orang yang diperkenankan tidak menjalankan ibadah puasa tetapi membayar fidyah dalam jumlah tertentu.

Ibadah dalam agama islam ada banyak, sama seperti agama-agama lainnya. Yang pasti benang merah dari ibadah dalam setiap agama adalah mendekatkan seorang hamba kepada Tuhannya. Dalam islam tentu saja kepada Allah SWT. Di agama ini ada rukun islam. Yang diantaranya adalah :

· Mengucapkan dua kalimat syahadat

Mengucapkan dua kalimat syahadat, berikrar bahwasanya tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad SAW adalah rasul dari Allah. Terlihat singkat, tetapi coba kita perdalam kembali makna dari dua kalimat ini. Yang pertama, “aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah”. Sekejap kita akan menyetujuinya kalau memang Tuhan dari para umat Islam adalah Allah. Tapi benarkah? Benarkah umat islam mengiyakannya di dalam hati mereka masing-masing? Kita masih sering menjumpai di luar sana banyak orang islam yang mengaku ber Tuhan Allah tetapi menTuhankan selain Allah. Siapa yang salah? Apakah dua kalimat syahadatnya yang kurang tepat? Atau orang islam yang kurang mendalami kalimat pertama dari dua kalimat syahadat ini?.

Kalimat kedua , “dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad SAW adalah rasul Allah. Rasul adalah penyampai atau pengantar wahyu dari Allah kepada umatnya. Umat nabi Muhammad SAW. Kalau memang orang-orang islam di luar sana meyakini akan kalimat kedua ini seharusnya mereka juga akan mengikuti apa yang telah di sampaikan oleh Rasul mereka. Kembali seperti yang telah di kemukakan di atas. Masih banyak yang tidak menjalankan apa yang di anjurkan Nabi Muhammad SAW, apa yang salah? Atau siapa yang salah? Rasulullah SAW atau para umat-umatnya?

· Shalat

Ibadah yang paling pasti dilakukan oleh orang islam karena memang wajib hukumnya. Menurut agama islam, shalat lima waktu merupakan tiang agama bagi mereka. Aku pernah bertemu dengan kawanku. Dia orang islam. Sudah waktunya untuk mendirikan shalat bagi mereka. Aku biarkan saja tidak mengingatkannya. Lalu dua jam kemudian aku bertanya kepadanya.

aku : gak shalat?

dia : nanti saja

aku : kapan waktunya selese?

dia : setengah jam lagi

kemudian setelah setengah jam berlalu, dia tetap tidak shalat. Apa yang terjadi kepada orang islam? Seringan itukah dia tidak mengerjakan ibadah yang wajib untuk dikerjakan bagi mereka?

· Puasa

Ada sebuah kasus dimana seseorang terkena sebuah penyakit, lalu dia sembuh karena mengerjakan puasa. Sungguh dahsyat ibadah puasa ini. Saat ini orang islam telah masuk ke dalam bulan syawal. Sering kita dengar, bulan ramadhan adalah bulan yang penuh berkah menurut orang islam. Lalu, apa yang mereka rayakan? Patutkah mereka merayakan karena ditinggal oleh bulan yang penuh berkah itu? Sungguh tidak masuk akal.

· Zakat

Zakat, membagikan harta mereka kepada orang-orang yang membutuhkannya. Secara logika, memang harta mereka berkurang, tetapi menurut kawanku yang beragama islam justru dengan zakat, mereka akan mendapatkan rezeki yang tidak di duga-duga. Tentunya mereka tidak hanya saat bulan ramadhan saja bukan menyisihkan rezeki mereka kepada yang lebih membutuhkannya? Tapi di sisi lain, masih saja aku menemukan orang islam yang enggan mengeluarkan rezekinya. Aneh benar memang orang islam yang ada di lingkunganku.

· Haji

Aku pernah membaca di sebuah buku, yang intinya adalah perintah untuk melaksanakan ibadah haji kepada yang benar-benar mampu saja. Secara implisit di sana di sampaikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dulu saja, barulah mereka dapat naik haji. Tetapi aku pernah menemukan cerita seseorang yang berangkat haji karena telah menjual rumahnya. Apakah seperti itu pantas?

Di agama islam ada istilah haram dan halal. Ada yang diperbolehkan ada yang tidak. Begitu juga dengan makanan. Di agama islam jelas sekali mengharamkan setiap umatnya untuk mengkonsumsi babi? Kenapa dilarang mengkonsumsi babi? Bukankah semua makanan sama?

Tidak benar pernyataan itu. Di babi kita dapat menemukan kandungan yang tinggi dari uric acid suatu senyawa kimia yang bisa berbahaya bagi kesehatan manusia. Ada apa dengan uric acid? Kenyataan bahwa 98% uric acid mengandung di dalam tubuh yang akan di keluarkan dari dalam darah oleh ginjal dan dikeluarkan dari tubuh melalui air seni. jadi? Masih ingin mengonsumsi babi?

Terlepas dari itu semua, mengonsumsi sebuah makanan hak setiap orang, di agama islam telah jelas diharamkan untuk mengonsumsi babi, tetapi seperti biasa, aku masih menemukan orang islam yang mengonsumsi babi. Memang pahala dan dosa urusan masing-masing setiap orang, tetapi kesehatan? Yakin ingin bermain-main dengan kesehatan?. Pahala dan dosa memang datang dari kita dan tentunya untuk kita sendiri juga. Begitu juga dengan pasangan hidup kita. Memang Allah telah mengatur semuanya. Tetapi di agama ini terdapat ketentuan dimana sebagai orang islam dibolehkan memiliki istri hingga mencapai 4 orang. Sekilas sangat tidak adil bagi kaum hawa, di pinang oleh seseorang yang bisa jadi dia adalah istri ke 2 atau tidak menutup kemungkinan seorang perempuan menjadi istri yang ke 4. Memang di agama ini di perbolehkan hingga beristri 4. Tetapi aku menemukan fakta bahwa ayat dalam Al-Qur’an tidak hanya berhenti sampai di situ saja. Tetapi terdapat kelanjutannya, yaitu asalkan dapat berlaku adil. Adil secara materi bisa di penuhi, tetapi apakah cinta hanya materi? Dapatkah perasaan berlaku adil?

Umat islam saat ini sedang bergembira menyambuat idul fitri, di mana menurut mereka, mereka telah kembali suci. Yang patut dipertanyakan di sini. Yakinkah mereka akan kembali masuk ke dalam bulan penuh berkah – menurut mereka bulan ramadhan adalah bulan penuh berkah- ? Bukankah kalau memang begitu lebih pantas untuk merenungi apa yang telah dan akan terjadi? Bukankah lebih pantas untuk berdoa agar mereka di hadapkan kepada bulan yang penuh berkah itu?

Dwi Nur Arry Andhika Muchtar

Nasionalisme
Garry Magat ValentSaturday, September 19, 2009 2 comments

Pada suatu hari di sebuah mall jakarta:
cw: "yang, anterin aku dong"
co: "kemana?"
cw: "makan... kita ke shushi groove, enak deh shushi salmon pake cream mayo.."
co: "aduh apa enaknya ikan mentah... amis atuh... udah kecil mahal lagi"
cw: "ya ampun, enak kali, wajar lah ikan salmon..."

Seringkah anda melihat, mendengar bahkan mengalami percakapan ini? bagaimana tanggapan anda?

coba kita bandingkan percakapan ini
Suatu sore di inggris:
(dalam bahasa indonesia)
cw: "say, kita coffee break yuk "
co: "dimana nih enaknya?"
cw: "di situ aja ada cafe baru buka nuansa ethnik gt"
co: "yaampun sayang... mahaaaal bangeeet!"
cw: "enak kali! kopi luak gitu! kopi torajanya juga lumayan"
co: "yaudah, cemilan muffin gt ada kan?"
cw: "adanya lemper tuh! sekitar 10 pound 1 buah"
co: "ampun deh apaan lagi tuh? muahaaaal bgt!"
cw: "ya iyalaaaah.. ketan gitu! di sini mana ada? enak say, manis wangi"

Bagaimana tanggapan anda terhadap percakapan ke2?
apakah anda mau menjadi posisi orang yg termakan gaya hidup budaya lain atau budaya asing menyerap budaya anda menjadi gaya hidup mereka?

Ok saya masih memiliki beberapa contoh yang patut direnungkan:

suatu hari di sebuah cafe di jakarta

istri: "pah..pah.. coba deh nih teh enak banget, import loh dari inggris! merknya dilmah"
suami: "oh... berapa secangkir?"
istri: "50rb pah... wajar, import inggris... jenis tehnya ceylon"
suami: "ya ampun mah sejak kapan di inggris numbuh teh? ceylon juga itu artinya sri lanka! di begoin mas2 cafe nih mamah. Lagian teh indonesia juga gak kalah enak, kwalitas ekspor. Seluruh dunia juga nikmatin teh indonesia. Murah lagi. Masih pengen teh inggris?"
istri: "tapi kan ada harga ada kwalitas, bermerek loh!"
suami: "yaudah entar papa beliin teh jawa kasi stempel buatan inggris yah? trs label harganya ganti jadi 1jt, klo gitu jadi enak kan?"

Coba simak kembali, betapa menyedihkan bangsa ini yang dibongi bangsa asing dasar BODOH!

cerita selanjutnya

suatu hari di sebuah lounge elit di jakarta:

A: ah bau lo! cerutu jawa lo isep juga, bau kuda tau gak!
B: yeh mahal nih... paling uenak, tembakau temanggung, wrap dalem madura, wrap luar tembakau deli
A: tetep aja bau... tuh cerutu make merk si C kek enak baunya
C: nih kayak gw doong import dari jerman.. jenisnya maduro sob
B: GOBLOK LO! JENIS MADURO ITU PAKE TEMBAKAU MADURA.... OON AH
C: ha? yang bener??? merk jerman nih, davidoff nih satu lagi merk belanda henry wintermans
B: OK! nih liat (sambil membuka youtube.com di laptop) lo liat baek baek nih video

C: ANJRIT! TERNYATA...............
B: Bego sih lo, lagian di jerman sama belanda mana numbuh tembakau, eh gimana? masih wangi cerutu si C?
A: No comment

waw.. ternyata lable itu bisa merubah rasa dan bau yah walaupun sama produknya?

Kisah tentang kopi

A: starbucks yok.... kita ngopi2...
B: ogah mahal mending ke warkop murah
A: yeh... elo bedain sama warkop. ya beda lah, di starbucks black coffee tuh pake arabica
B: oooooooooooooh.......
A: knape lo....????
B: kagak cukup tau aje gw
A: dih arabica kopi mahal man.... kwalitas international
B: ooooooooooooh.........
A: knape sih lo?
B: kagak bingung aje gw
A: knape?
B: jelas2 kopi arabica nanemnya di sumatra utara
A: sok tau lo, kopi import itu dari amerika
B: emang di USA numbuh kopi yah? setau gw di benua amerika kopi yg bagus tuh dari columbia satu lagi jamaican blue mountain alias dari jamaika yg artinya columbia sama jamaica punya udara tropis......
A: lah kok ngerti lo??? jelas2 di jual di starbuck tuh arabica
B: iya.. bloon sih lo, ada koran yah di baca jgn buat bungkus gorengan... gini, petani kopi indonesia jual tuh biji kopi dgn harga yg wajar ke pihak starbucks(USA) trs dijual lagi deeeh di semua gerai kopinya, salah satunya di INDONESIA
A: ha? berarti kopi di warkop sama di starbucks sama bagusnya dong? sialan kena tipu gw
B: emang iyaaaa.... baru nyadar lagi lo kena tipu

Masih mau ke starbucks?

Contoh terakhir kisah rumah baru:

A: oi, nih liat prabotan rumah baru gw....
B: waw keren bgt sumpah... cuman kok kayak model2 perabotan rumah embah gw yah?
A: enak aje lo ngomong... ini merknya davinci sob.. italy....
B: Pantesan kayak kenal....
A: lah kenape???
B: davinci rata2 tuh yah pake ukir2an jepara huakakakakakaka mau aje lo di boongin bule
A: HAAAA????? (bengong)

Dari beberapa contoh nyata diatas, masihkah anda meragukan produk indonesia?

Sekali sekali menertawakan diri sendiri baik loh


Reza Purnama Putra

Boneka Rothschild
Garry Magat ValentSaturday, September 19, 2009 0 comments

Pasti udh gak asing di telinga kita yang namanya : Rothschild
Ya! itu adalah nama sebuah keluarga pemilik bank dunia (WOW)
Sebelum masuk ke materi gw jelasin dulu intronya:

Pemilik bank dunia, orang yahudi ashkenazi.
Dari info yg gw dapet, dari asal mula freemason, illuminati, zionisme yah tidaklah jauh dari mereka, bahkan merekalah yg membuat itu sekaligus mendanai. Yang pasti mereka adalah orang-orang yg haus kekuasaan.

Sip deh kalo udh tau garis besarnya.... Ok lanjut ke materi(haha kayak di kelas). Pertanyaannya dari mana uang sebanyak itu untuk menjalankan ambisi mereka?
Kalo dijawab mereka minjemin uang kepada negara negara yg membutuhkan kayaknya kurang deh. Jadi gini loh, mereka punya uang lalu mereka melakukan serangkaian "misi rekayasa" untuk membuat sebuah keadaan negara jadi bangkrut, mungkin dengan cara menyulut kerusuhan (ingat yg terjadi di indonesia tahun 98?), memainkan agama, aksi terorisme(nah ini aslinya rekayasa mereka), berita bohong dll yg dimana bisa berakibat buruk kepada perekonomian sebuah negara. Setelah ambruk, negara tersebut memohon mohon kepada bank dunia(IMF) untuk pinjam uang dan mereka dengan senang hati memberikan+bunga yang menyebalkan. Karena terikat bunga berbunga yg terus tumbuh, negara tersebut bukannya membaik malah semakin miskin yg berakibat menambah hutangnya lagi yg ujungnya rakyat yg menderita.
Kalo negaranya jadi membaik? Yah tinggal direkyasa lagi biar hancur, beres kan?
Selain itu mereka memiliki jaringan industri raksasa produk produk yg seperti kita sering kenal.
Cuma tunggu dulu! dibalik ini ada sesuatu yg lebih mengerikan....
Selain mereka ingin mengendalikan sebuah negara mereka ingin mengendalikan masyarakatnya, bagaimana?
hal yang paling sering kita temui, fast food yang berbahaya yg rasanya uenaaak (AAAAH GW SERING MAKAN LAGI)
pertama bikin kanker gara-gara ayam suntikan kedua full MSG yg bikin otak bodoh dan membuat emosi naek (ini nih penyebab huru hara dan tawuran)
setelah sudah dikuasai emosi dan kebodohan mereka dengan leluasa mengendalikan kita, karena sudah jadi bodoh enak deh di stir untuk membeli produk mereka yg membuat semakin bodoh, semakin lemah dan menguras harta, Cerdas yah caranya?
Kita ambil sample lagi dari hiburan, mereka menciptakan extacy, shabu shabu, happy five, dumolid, sanax dsb agar kaum muda terbuai kenikmatan sesaat yg hanya membuat meraka untung karena laris manis dibeli (itu sebabnya sulit memberantas narkotik) dan mereka menyediakan tempat diskotik diskotik untuk menikmati obat obat tsb (Wuih dapet untung lagi dia), pulang dari diskotik makan fast food aja! abis bikin laper sih abis "kenceng".... sip makin untung mereka. Setelah otak dibuat rusak oleh narkotik, eh nambah fast food+MSG... Makin oke hasilnya.
Coba kita mundur ke zaman anak anak, masa kecil disajikan film cartoon yg sadis seperti tom and jerry, mungkin para juragan berfikir itu film lucu tapi perhatikan kekerasan yg disajikan dan dikemas secara special menjadikan hal yg kocak(coba perhatikan adegan si tom yg di hajar anjing penjaga sampai babak belur, tom dgn kucing kampung pukul2an rebutan si jerry dll) tapi sesungguhnya merusak moral bocah yg masih "kosong". Film sponge bob kalau kita perhatikan mereka memiliki lelucon2 yg bisa dibilang "tolol" yg bisa mengajarkan hal yg sama kpd anak kecil. Udh agak gede disajikan tayangan gulat WWF (makin wow hasilnya) di suply makanan2 fast food seperti chicken nugget, mie instant dll udah gede ke diskotik make narkotik dan komplit sudah manusia yg mereka bentuk untuk di "peras" misalnya menggembar gemborkan sebuah produk yg belom tentu berguna tapi mengedepankan gaya hidup misalnya anak muda sekarang pake BB cuman buat buka FB. Jadi mereka tanpa sadar melakukan itu, akal sehatnya sudah di papas habis oleh buaian dan gemerlap yg mereka ciptakan.
Gak heran anak muda jaman sekarang jadi "bodoh". Misal, keperawanan jadi hal yg udh gak penting, pacaran klo gak sex belom afdol, malem minggu ke diskotik mabok-mabokan, club mobil yg tukang brantem gara gara hal sepele, kalo gak make BB gak gaul -,- dll dan berbagai kegiatan yg gak jelas bikin madesu.

Semoga anda semua mengerti akan bahayanya gerakan mereka dan setidaknya lebih waspada akan produk mereka, bukannya melarang menggunakan produk mereka, tapi lebih bijak dalam membelanjakan uang. Masih banyak produk yg berkwalitas dan menyehatkan, kenapa tidak?

Reza Purnama Putra

Monday

Masalah Itu Relatif
Garry Magat ValentMonday, September 14, 2009 0 comments

Hari sabtu, hari di mana mayoritas penduduk jakarta “beristirahat” dan melepas beban, kepenatan dan kejenuhan setelah 5 hari bergelut di dalam lingkaran perjuangan dan dipenuhi keringat pengorbanan. Tempat-tempat untuk melepaskan kejenuhan tersebut banyak sekali alternatifnya. Ada yang pergi ke mall, cafe, rumah kerabat, saudara, dan rumah tambatan hatinya sekalipun. Semua kembali menuju pribadinya masing-masing. Seperti makanan atau minuman, setiap orang mempunyai seleranya masing-masing.

Sebuah malam yang gemerlap di daerah Kelapa Gading yang terletak di bilangan jakarta utara. Sentra kelapa gading. Bundaran yang penuh dengan mobil dan motor. Beberapa securitytiger atau megapro- menuyusuri perputaran itu dengan tenang dan pelan-pelan. Ada satu alasan pasti mengapa aku tidak mau menarik gas dengan kencang. Aku berpikir, sudah terlalu banyak motor yang menarik gasnya dengan kencang dan tidak mau tahu apa yang ada di sekelilingnya, termasuk peraturan lalu lintas. Memang hak mereka masing-masing untuk menarik gas mereka sekencang-kencangnya, lalu apa yang salah dari mereka? Apakah mereka memiliki kesalahan dengan menarik gas sekencang-kencangnya? mengatur perputaran kendaraan bermesin itu. Macat dan penuh polusi. Suara klakson tak mau kalah dengan macatnya perputaran itu. Aku dengan kendaraan beroda dua ini –tentunya bukan motor bebek, motor sejenis

Pengendara motor BAJINGAN! Seolah memberhentikan motornya atau memperlambat motornya dapat membuat nyawanya melayang. Selalu menarik gasnya dengan lencang –mayoritas-, menyalip kendaraan roda empat dengan semena-mena, maju sebelum lampu hijau menyala –apa tidak ada peraturan untuk kendaraan beroda dua?- dan TIDAK AKAN PERNAH MAU DISALAHKAN, walaupun terkadang mereka yang salah terhadap sebuah kesalahan yang melibatkan motor dan mobil atau motor dengan motor sekalipun. Ada sebuah kasus yang membuat akal dan hati sehat kita bertanya-tanya, kurang lebih kasusnya seperti ini.

Sebuah lampu merah yang terletak di sebuah perempatan besar. Terdapat empat lampu merah. Saling berhadap-hadapan seperti membentuk lambang palang merah apabila di tarik garis luru. Aku dengan kendaraan tuaku berhenti di salah satu lampu merah. Aku berhenti di belakang garis stop, tiba-tiba dari belakang aku mendengar suara klakson. Klakson pertama tidak membuat kepalaku menengok ke belakang, klakson kedua sama seperti itu. Mulai saat klakson ketiga, aku mulai memutar kepalaku 180 derajat. Aku menatap wajahnya dengan wajahku yang sedikit galak. Aku tidak suka, ini belum saatnya aku, dia, dan beberapa kendaraan lain untuk jalan. Tidak banyak berpikir, aku memiringkan kendaraanku dengan maksud untuk memberinya jalan. Dia maju kedepanku, dan dia berhenti persis di zebra cross. Apa yang dia pikirkan? Hanya berhenti di zebra cross saja lalu apa bedanya dengan pengendara yang lainnya? Tidak mau bersabar sedikitkah mereka?

Suatu hari saudaraku sedang membawa kendaraan roda empatnya. Ingin membelokkan kendaraannya itu ke arah kiri. Tiba-tiba dari arah kiri belakang beberapa motor melaju dengan cukup kencang dan mereka tidak belok, tetapi lurus saja, memotong jalur dari saudaraku itu. padahal, saudaraku itu telah memberikan tanda bahwa dirinya itu akan belok kiri dengan menyalakan lamu sen. Apa yang dipikirkan orang-orang itu? tidak ada otak dan pikirankah mereka? Tidak terlintaskah dalam pikiran mereka tentang keselamatannya?

Akhirnya aku telah tiba di tempat parkir. Melepas kepenatan untuk sementara –tentunya dari kemacetan yang menjemukkan- dengan meregangkan beberapa bagian tubuhku. Aku kemudian naik ke lantai dua yang akhirnya di depanku terdapat tempat berkumpulnya para remaja yang berpenampilan hampir dapat dikatakan satu tipe. Aku lewat di situ dengan cueknya, dan teringat apa yang pernah dikatakan oleh beberapa temanku ketika melewati tempat ini. Mereka memberi sebuah lebel atau sebutan tersendiri untuk beberapa orang yang berpenampilan seperti itu.Alay.Ada apa dengan alay? Apa yang salah dengan mereka? Apakah mereka merugikan kita? Sebelum itu perlu diketahui tempat dimana kita menemukan alay –untuk beberapa orang menyebutnya demikian- adalah tempat yang relatif terjangkau, tentunya dari segi finansial, dan remaja yang bisa di bilang pada tingkat smp.

Ada apa dengan alay? Apakah itu sebuah pendiskriminasian model baru? Kalau memang penyebutan itu di dasarkan karena sebuah alasan mereka menganggu kita, itu tidak masalah, tetapi, kalau penyebutan itu didasarkan karena penampilan dan perilaku mereka, itu baru patut dipikirkan kembali. Ada apa dengan mereka? Atau ada apa dengan mereka yang menyebut alay? Mereka sama-sama manusia seperti kita. Dimana mereka bebas melakukan apa saja yang mereka inginkan, mereka bebas mengekspresikan diri mereka dan tentunya mereka juga bebas memilih kemana arah “bergaya” mereka. Adakah hak kita untuk mengatur mereka untuk disejajarkan dengan kita? Kembali seperti yang telah di kemukakan sebelumnya, mereka juga manusia yang mempunyai kebebasan dalam bertindak dan berpikir.

Terlepas dari itu semua, memang orang bebas mengemukakan pendapat mereka masing-masing. Mereka bebas memberi cap alay, atau apapun sesuka mereka –tentunya yang memberi cap alay- tetapi perlu diingat, jangan sampai kita menjatuhkan mereka dengan arti mendiskriminasikan mereka yang berbeda dari kita. Kita bisa bersama-sama. Karena kita manusia bebas. Dan manusia yang bebas adalah manusia yang merdeka.

Dwi Nur Arry Andhika Muchtar

Sunday

Kebiasaan Bulan Ramadhan
Garry Magat ValentSunday, September 13, 2009 0 comments

Penjual makanan dadakan

meskipun di indonesia sudah banyak pedagang makanan,tapi masih banyak yang memanfaatkan momen ramadhan dengan berjualan secara dadakan,seperti mahasiswa yg jualan kolak,roti,buah atau parcel di pinggir jalan sebelah kampus.

Penjual kartu lebaran
meskipun sekarang teknologi komunikasi sudah maju,ucapan selamat idul fitri bisa lewat sms,email faceboom, dan lain sebagainya yang lebih simpel,tapi sebagian masyarakat masih ada yg menggunakan kartu lebaran.

Calo karcis dadakan

kalian pasti tau tantang yang satu ini. Denger namanya aja udah kesel (calo). Apa lagi ngeliat orangnya. hahahahaha

Pembaca doa di pemakaman

Kalo yang satu ini memang bener-bener dadakan.

Tukang minta-minta
walaupun di hari-hari biasa ada. Kalo di bulan Ramadhan makin rame.

Ustad dadakan

banyak ustad-ustad yang dipanggil selama bulan ramadhan ini. Kalo liat di telivisi sebelum berbuka ada ceramah dari Ustad A. Mau sahur dari ustad B. Kalo mau tidur dari ustad C. Dan seterusnya.

Tukang Mercon (Penjual Petasan)

nah ini dia yang bahaya. Para orang tua tolong diawasi anak-anaknya.

Maling dadakan

kejahatan tidak hanya datang dari niat pelakunya tetapi juga ada kesempatan. WASPADALAH!

febrian

Friday

Profesi: Tukang Sampah
Garry Magat ValentFriday, September 04, 2009 1 comments


Mengais yang dibuang.

Seorang kepala keluarga, bertugas menafkahi keluarganya yang sedang menunggunya di rumah. Lapar dan haus, itu yang dirasakan keluarganya saat itu. Menunggu datangnya sebungkus nasi untuk disantap bersama-sama. Kebersamaan ditengah-tengah kesusahan bagi sebagian orang. Adakah rasa kesal dari dalam dirinya? Rasa menyesali kenyataan? Sulitkah untuk dia untuk menerimanya? Tidak ada kata-kata yang indah melainkan sebuah kebenaran. Sebuah kebenaran yang lahir dari kejujuran hati. Kejujuran hati yang menerima kenyataan.

Dwi Nur Arry Andhika Muchtar/Foto: Fahri Firaz

Kegiatan Anak Jalanan: Ngelem
Garry Magat ValentFriday, September 04, 2009 0 comments


Ada yang lebih murah kenapa membeli yang mahal? tidak sepenuhnya salah mereka.

Mereka anak jalanan, memang tidak dapat di sangkal, tidak dapat disalahkan kenyataan bahwasanya mereka adalah anak jalanan yang sulit mendapatkan pendidikan formal yang didapat oleh anak-anak seumurnya. Tetapi, apakah itu dapat di jadikan sebuah alasan mereka untuk ìmenghancurkanî diri mereka sendiri? Bukan, bukan salah mereka untuk melakukan tindakan seperti itu. Mereka masih memiliki orang tua atau orang-orang yang lebih tua yang dapat membimbingnya. Kemana mereka? apa yang mereka lakukan? Mereka juga manusia seperti kita. Tidak pantas untuk kita berdiam diri dan menikmati tontonan jalanan Ibu Kota ini.

Dwi Nur Arry Andhika Muchtar/Foto: Fahri Firaz

Kisah Anak Manusia
Garry Magat ValentFriday, September 04, 2009 0 comments


Lapar, belum tentu makan jalan keluarnya.


Bekerja di bawah sinar las tidak seperti pekerja lainnya.


Tempat bermain yang telah tergusur.


Terlalu mahalkah angkutan umum untuk mereka?


Mereka saja masih dapat tersenyum, mengapa kita tidak?

Foto: Fahri Firaz

Wednesday

Kepanikan Warga Juanda Pada Saat Gempa
Garry Magat ValentWednesday, September 02, 2009 0 comments

Ketika saya sedang meluangkan waktu saya untuk on line di rumah, tiba-tiba terjadi goyangan dasyat di rumah saya. Lampu-lampu yang tadinya diam bergerak tidak karuan. Ketika itu adik saya sedang tertidur lelap, dan seketika itu juga sya membngunkn dik saya dan menyuruhnya keluar rumah. Terlihat sekali kepanikan warga di sekitar rumah saya yng bertepatan di juanda, kecamatan gambir.

Gempa kuat yang mengguncang di selatan Pulau Jawa tepatnya di tasik, jawa barat. diperkirakan berpotensi disusul gelombang tsunami. Gempa tersebut berpusat di pantai selatan dengan kekuatan 7,3 skala Richter.
Mudah-mudahan saja tidak terjdi lagi gempa susulan. Dan pemerinth bisa membantu masyrakat yang tertimpa musibah gempa tersebut. Amin


febrian

Tuesday

Arabian Night Foodfest
Garry Magat ValentTuesday, September 01, 2009 0 comments

Bulan ramadhan, dimana seluruh umat muslim di dunia melaksanakan ibadah puasa. banyak sekali acara yang di adakan untuk menyambut bulan tersebut, salah satunya acara yang di beri nama Arabian Night Foodfest. acara yang diadakan di La Piaza Kelapa Gading ini menggambarkan panorama timur tengah yang memberikan nuansa kenyamanan malam di Jakarta. Acara yang dimulai dari tanggal 8 agustus s/d 28 september ini ,menyedot banyak pengunjung, tidak hanya dari dalam negri bahkan wisatawan asing turut meramaikan acara tersebut.

Di acara ini, kita juga dapat mencicipi aneka macam makanan, mulai dari makanan tradisional Indonesia hingga makanan luar negri terutama makanan timur tengah menemani santap berbuka puasa kita. tidak hanya kuliner, buat anda yang punya hobi sulap menyulap, di sini juga terdapat stand yang menjual alat-alat sulap. selain itu, ada juga band penggiring yang membawakan lagu-lagu rohani melengkapi suasana keindahan di bulan ramadhan.

anda tertarik?



*Klik gambar untuk diperbesar

Suasana Acara Sore Hari (sepi karena sehabis hujan mengguyur)
Kru acara berpakaian arab dengan penulis (paling kanan)
Papan Petunjuk Stand

Febrian/Foto: G.M. Valent