Saturday

Islam Sekitar Kita
Garry Magat ValentSaturday, September 19, 2009 0 comments

Satu syawal 1430 H telah menjamu mereka yang beragama islam, disambut oleh seluruh umat islam di Indonesia, bahkan di dunia. Setelah hampir sebulan penuh menjalankan ibadah puasa menahan lapar, haus, dan hawa nafsu dari terbitnya matahari hingga terbenamnya matahari. Sekitar 12 jam menahan semuanya itu. Tidak ada yang dapat melawan itu semua kecuali sebuah tekad yang bulat untuk melawan semua godaan dan menjalankan perintah Tuhan umat islam, Allah SWT. Sudah menjadi kewajiban bagi seluruh umat islam menjalankan ibadah puasa ini. Wajib hukumnya. Ada beberapa syarat bagi yang diperkenankan untuk tidak menjalankan ibadah ini. Diantaranya adalah seseorang yang telah memasuki usia rentan, orang yang bekerja kasar, dan masih banyak lagi orang-orang yang diperkenankan tidak menjalankan ibadah puasa tetapi membayar fidyah dalam jumlah tertentu.

Ibadah dalam agama islam ada banyak, sama seperti agama-agama lainnya. Yang pasti benang merah dari ibadah dalam setiap agama adalah mendekatkan seorang hamba kepada Tuhannya. Dalam islam tentu saja kepada Allah SWT. Di agama ini ada rukun islam. Yang diantaranya adalah :

· Mengucapkan dua kalimat syahadat

Mengucapkan dua kalimat syahadat, berikrar bahwasanya tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad SAW adalah rasul dari Allah. Terlihat singkat, tetapi coba kita perdalam kembali makna dari dua kalimat ini. Yang pertama, “aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah”. Sekejap kita akan menyetujuinya kalau memang Tuhan dari para umat Islam adalah Allah. Tapi benarkah? Benarkah umat islam mengiyakannya di dalam hati mereka masing-masing? Kita masih sering menjumpai di luar sana banyak orang islam yang mengaku ber Tuhan Allah tetapi menTuhankan selain Allah. Siapa yang salah? Apakah dua kalimat syahadatnya yang kurang tepat? Atau orang islam yang kurang mendalami kalimat pertama dari dua kalimat syahadat ini?.

Kalimat kedua , “dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad SAW adalah rasul Allah. Rasul adalah penyampai atau pengantar wahyu dari Allah kepada umatnya. Umat nabi Muhammad SAW. Kalau memang orang-orang islam di luar sana meyakini akan kalimat kedua ini seharusnya mereka juga akan mengikuti apa yang telah di sampaikan oleh Rasul mereka. Kembali seperti yang telah di kemukakan di atas. Masih banyak yang tidak menjalankan apa yang di anjurkan Nabi Muhammad SAW, apa yang salah? Atau siapa yang salah? Rasulullah SAW atau para umat-umatnya?

· Shalat

Ibadah yang paling pasti dilakukan oleh orang islam karena memang wajib hukumnya. Menurut agama islam, shalat lima waktu merupakan tiang agama bagi mereka. Aku pernah bertemu dengan kawanku. Dia orang islam. Sudah waktunya untuk mendirikan shalat bagi mereka. Aku biarkan saja tidak mengingatkannya. Lalu dua jam kemudian aku bertanya kepadanya.

aku : gak shalat?

dia : nanti saja

aku : kapan waktunya selese?

dia : setengah jam lagi

kemudian setelah setengah jam berlalu, dia tetap tidak shalat. Apa yang terjadi kepada orang islam? Seringan itukah dia tidak mengerjakan ibadah yang wajib untuk dikerjakan bagi mereka?

· Puasa

Ada sebuah kasus dimana seseorang terkena sebuah penyakit, lalu dia sembuh karena mengerjakan puasa. Sungguh dahsyat ibadah puasa ini. Saat ini orang islam telah masuk ke dalam bulan syawal. Sering kita dengar, bulan ramadhan adalah bulan yang penuh berkah menurut orang islam. Lalu, apa yang mereka rayakan? Patutkah mereka merayakan karena ditinggal oleh bulan yang penuh berkah itu? Sungguh tidak masuk akal.

· Zakat

Zakat, membagikan harta mereka kepada orang-orang yang membutuhkannya. Secara logika, memang harta mereka berkurang, tetapi menurut kawanku yang beragama islam justru dengan zakat, mereka akan mendapatkan rezeki yang tidak di duga-duga. Tentunya mereka tidak hanya saat bulan ramadhan saja bukan menyisihkan rezeki mereka kepada yang lebih membutuhkannya? Tapi di sisi lain, masih saja aku menemukan orang islam yang enggan mengeluarkan rezekinya. Aneh benar memang orang islam yang ada di lingkunganku.

· Haji

Aku pernah membaca di sebuah buku, yang intinya adalah perintah untuk melaksanakan ibadah haji kepada yang benar-benar mampu saja. Secara implisit di sana di sampaikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dulu saja, barulah mereka dapat naik haji. Tetapi aku pernah menemukan cerita seseorang yang berangkat haji karena telah menjual rumahnya. Apakah seperti itu pantas?

Di agama islam ada istilah haram dan halal. Ada yang diperbolehkan ada yang tidak. Begitu juga dengan makanan. Di agama islam jelas sekali mengharamkan setiap umatnya untuk mengkonsumsi babi? Kenapa dilarang mengkonsumsi babi? Bukankah semua makanan sama?

Tidak benar pernyataan itu. Di babi kita dapat menemukan kandungan yang tinggi dari uric acid suatu senyawa kimia yang bisa berbahaya bagi kesehatan manusia. Ada apa dengan uric acid? Kenyataan bahwa 98% uric acid mengandung di dalam tubuh yang akan di keluarkan dari dalam darah oleh ginjal dan dikeluarkan dari tubuh melalui air seni. jadi? Masih ingin mengonsumsi babi?

Terlepas dari itu semua, mengonsumsi sebuah makanan hak setiap orang, di agama islam telah jelas diharamkan untuk mengonsumsi babi, tetapi seperti biasa, aku masih menemukan orang islam yang mengonsumsi babi. Memang pahala dan dosa urusan masing-masing setiap orang, tetapi kesehatan? Yakin ingin bermain-main dengan kesehatan?. Pahala dan dosa memang datang dari kita dan tentunya untuk kita sendiri juga. Begitu juga dengan pasangan hidup kita. Memang Allah telah mengatur semuanya. Tetapi di agama ini terdapat ketentuan dimana sebagai orang islam dibolehkan memiliki istri hingga mencapai 4 orang. Sekilas sangat tidak adil bagi kaum hawa, di pinang oleh seseorang yang bisa jadi dia adalah istri ke 2 atau tidak menutup kemungkinan seorang perempuan menjadi istri yang ke 4. Memang di agama ini di perbolehkan hingga beristri 4. Tetapi aku menemukan fakta bahwa ayat dalam Al-Qur’an tidak hanya berhenti sampai di situ saja. Tetapi terdapat kelanjutannya, yaitu asalkan dapat berlaku adil. Adil secara materi bisa di penuhi, tetapi apakah cinta hanya materi? Dapatkah perasaan berlaku adil?

Umat islam saat ini sedang bergembira menyambuat idul fitri, di mana menurut mereka, mereka telah kembali suci. Yang patut dipertanyakan di sini. Yakinkah mereka akan kembali masuk ke dalam bulan penuh berkah – menurut mereka bulan ramadhan adalah bulan penuh berkah- ? Bukankah kalau memang begitu lebih pantas untuk merenungi apa yang telah dan akan terjadi? Bukankah lebih pantas untuk berdoa agar mereka di hadapkan kepada bulan yang penuh berkah itu?

Dwi Nur Arry Andhika Muchtar
About The Author Ali Bajwa Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore. Magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Facebook and Twitter

0 comments

Post a Comment