Jakarta, kota dengan beragam kesibukan. Sibuk inlah itulah. Pokoknya ada-ada aja. Saking sibuknya, masyarakat di kota Jakarta ini tidak bisa beradaptasi dengan kondisi sekita. Main seenaknya dengan lingkungan sekitar, apapun dilakukan demi mengejar kesibukan itu. Hampir setiap hari, ahkan di hari liburpun keadaan tetap seperti itu. Tidak jarang banyak orang yang sebal dengan hal itu. Kenpa bisa seperti itu? Tidakah mereka sadar bahwa hal itu bisa merugikan orang lain. Rugi waktu, materi, dan lain sebagainya.
Macet, memang ini bagian dari hidup kita. Salah satu dari berjuta kewarnaan dalam kehidupan nyata. Coba kalau kalian perhatikan kemacetan-kemacetan yang terjadi di Jakarta. Punya otak ga sih tuh orang-orang yang bisa bikin macet. Kita ambil contoh mudah aja deh. Angkot-angkot, metromini, yang pasti kendaraan-kendaraan angkutan umum. Mereka hanya memikirkan uang, setoran, yang pasti memikirkan dirinya sendiri. Kasarnya “yang penting gw dapet duit”,”yang penting dapet peanggan”. Apakah mereka tidak memikirkan hal lain? Apakah mereka tidak tahu bahwa orang-orang rugi segalanya karena mereka? Cobalah untuk mengerti.
Saya punya cerita sedikit. Kebetulan saya dan teman saya (uli dan rama) ingin berangkat pagi dan berkeinginan untuk nagater temen saya (dwi) yang mau ikut test masuk perguruan tinggi. Saya berdua dengan rama dan uli sendiri pergi menggunak kendaraan sepeda motor. Tidak jauh dari tempat kebrangkatan kita. Ada kejadian yang mengagetkan kita. Angkot memotong jalur kita secara tiba-tiba, bayangin aja tiba-tiba (kalau pake lampu sen mending). Karena kesel uli pun mengejar supir angkot dia dan mengeluarkan kata yang tidak senonoh. Haha. Lucu kalo mengingat peristiwa itu. Bayangin aja, kalo ada 100 orang (yang pasti lebih dari itu) yang membawa kendaraan seperti angkot itu. Bisa macet total Jakarta.
Ketika malam saya melihat impian kota Jakarta dimana kemacetan sirna dengan berjalannya waktu. Jalan sepi, beberapa kendaraan yang lewat tidak membuat jalanan macet. Kehidupan yang diimpikan masyarakat Jakarta. Harapan yang senantiasa mewarnai kehidupan. Andai Jakarta bisa seperti malam. Andai Jakarta tidak macet
febrian
Macet, memang ini bagian dari hidup kita. Salah satu dari berjuta kewarnaan dalam kehidupan nyata. Coba kalau kalian perhatikan kemacetan-kemacetan yang terjadi di Jakarta. Punya otak ga sih tuh orang-orang yang bisa bikin macet. Kita ambil contoh mudah aja deh. Angkot-angkot, metromini, yang pasti kendaraan-kendaraan angkutan umum. Mereka hanya memikirkan uang, setoran, yang pasti memikirkan dirinya sendiri. Kasarnya “yang penting gw dapet duit”,”yang penting dapet peanggan”. Apakah mereka tidak memikirkan hal lain? Apakah mereka tidak tahu bahwa orang-orang rugi segalanya karena mereka? Cobalah untuk mengerti.
Saya punya cerita sedikit. Kebetulan saya dan teman saya (uli dan rama) ingin berangkat pagi dan berkeinginan untuk nagater temen saya (dwi) yang mau ikut test masuk perguruan tinggi. Saya berdua dengan rama dan uli sendiri pergi menggunak kendaraan sepeda motor. Tidak jauh dari tempat kebrangkatan kita. Ada kejadian yang mengagetkan kita. Angkot memotong jalur kita secara tiba-tiba, bayangin aja tiba-tiba (kalau pake lampu sen mending). Karena kesel uli pun mengejar supir angkot dia dan mengeluarkan kata yang tidak senonoh. Haha. Lucu kalo mengingat peristiwa itu. Bayangin aja, kalo ada 100 orang (yang pasti lebih dari itu) yang membawa kendaraan seperti angkot itu. Bisa macet total Jakarta.
Ketika malam saya melihat impian kota Jakarta dimana kemacetan sirna dengan berjalannya waktu. Jalan sepi, beberapa kendaraan yang lewat tidak membuat jalanan macet. Kehidupan yang diimpikan masyarakat Jakarta. Harapan yang senantiasa mewarnai kehidupan. Andai Jakarta bisa seperti malam. Andai Jakarta tidak macet
febrian

simple ajah..
ReplyDeleteklo jakarta ga macet pasti org jakarta ga bnyk yg emosian di jalan, ga bnyk yg brantem gara" kebaret mobil ato keserempet motornya..
klo jakarta ga macet pasti ga bnyk polusi suara gara" klakson..
klo jakarta ga macet pasti saia ga telat ngantor..
klo jakarta ga macet......?? kpn kpn kynya, hehehe..
-SASYA- kknya dwi
manusia boleh berharap sesuatu yang diimpikan selama ini, ipian yang mungkin suatu saat bisa terjadi
ReplyDelete