
Mengais yang dibuang.
Seorang kepala keluarga, bertugas menafkahi keluarganya yang sedang menunggunya di rumah. Lapar dan haus, itu yang dirasakan keluarganya saat itu. Menunggu datangnya sebungkus nasi untuk disantap bersama-sama. Kebersamaan ditengah-tengah kesusahan bagi sebagian orang. Adakah rasa kesal dari dalam dirinya? Rasa menyesali kenyataan? Sulitkah untuk dia untuk menerimanya? Tidak ada kata-kata yang indah melainkan sebuah kebenaran. Sebuah kebenaran yang lahir dari kejujuran hati. Kejujuran hati yang menerima kenyataan.Dwi Nur Arry Andhika Muchtar/Foto: Fahri Firaz

Firaz, secara umum fotonya dah ok, cuma kamu hrs lebih berani mengambil angle yg straight ke subjeknya, spt foto dua anak yg lg ng-lem kalo org yg gak baca beritanya mana tau dia lg fly dng aica aibon...kuncinya harus sering memoto ya...gutlak.
ReplyDeleteumar "umay" widodo